Apa Itu DBD?
DBD adalah penyakit virus yang dibawa oleh
nyamuk dan ditularkan kepada manusia melalui gigitan nyamuk yang terinfeksi.
Nyamuk yang biasanya terinfeksi adalah nyamuk Aedes Aegypti. Nyamuk ini
biasanya mengigit mangsanya di pagi hari dan sore hari, dan menyerang anak di
bawah umur 15 tahun tetapi ada orang dewasa yang terkena DBD ini juga. Maka
dilihat dari kasus DBD di seluruh wilayah khususnya Kalimantan Barat, korban
dari penyakit tersebut adalah anak kecil.
DBD dapat dikategorikan sebagai penyakit musiman, kenapa begitu? Karena penyakit ini terjadi pada saat musim hujan dan cuaca di Indonesia lebih sering pada musim panas. Ketika nyamuk Aedes mengigit seseorang, virus yang dikenal dengan nama dengue akan masuk melalui aliran darah manusia. Virus Dengue berpindah ke tubuh manusia sekitar 4-10 hari. Hal itulah yang membuat adanya penyakit Demam Berdarah Dengue.
Kita harus mengetahui bagaimana nyamuk Aedes tersebut? Nyamuk Aedes Aegypti berbentuk nyamuk yang pada tubuhnya terdapat belang-belang. Biasanya, nyamuk ini sering meninggalkan jentik-jentik di genangan air bersih seperti bak mandi.
Gejala DBD
DBD dapat dikatakan sebagai penyakit yang
kita tidak bisa menebak langsung penyakit tersebut dan seseorang susah untuk
melihat nyamuk yang sudah mengigit karena bentuk dari nyamuk sangat kecil.
Seseorang yang terkena gigitan DBD akan
merasakan gejala Demam Berdarah pada kurun waktu 4-6 hari. Gejala awal biasa
adalah demam yang tiba-tiba meningkat drastis hingga dapat mencapai 38 derajat
celsius.
Penderita DBD akan mengalami gejala lain
selain demam, yaitu sakit kepala, nyeri otot, mual, bintik-bintik merah pada badan
sampai tanda-tanda pendarahan seperti mimisan.
Pengobatan Demam Berdarah
Pada saat terkena demam berdarah, pasien
harus segera melakukan pengecekan kepada dokter ahli karena jika tidak
ditangani langsung dan cepat maka akan menyebabkan kehilangan nyawa.
Pengobatan demam berdarah tidak ada yang
seutuh pulih. Setelah pulih, pasien harus tetap mengkonsumsi cairan dan obat
yang diberikan oleh dokter.
Jika terkena demam berdarah pengobatan
yang harus dilakukan adalah penggantian cairan dan elektrolit intraverna (IV), pemantauan
tekanan darah, serta transfusi darah.
Pencegahan Demam Berdarah
WHO, badan kesehatan dunia mengatakan bahwa
vaksin sendiri dan alat semacamnya tidak bisa seutuhnya bisa menyembuhkan demam
berdarah. Akan tetapi, kita dapat melakukan beberapa pencegahan terhadap
penyakit ini.
Pencegahan demam berdarah adalah gunakan
ac atau kelambu untuk menghalau nyamuk yang masuk, kenakan baju pelindung
nyamuk, dan yang paling harus dilakukan adalah mengurangi habitat nyanyi dengan
memusnahkan jentik-jentik yang mengenang.
Kasus DBD di Kalimantan Barat
Kasus DBD sangat marak terjadi di
Kalimantan Barat khususnya di Pontianak. Pada beberapa minggu lalu, tempat saya
sering terjadi hujan yang tidak berhenti. Pada musim ini, nyamuk Aedes sangat
banyak dan ingin mengigit manusia.
Dinas Kalbar menyatakan data bahwa sejak
Januari hingga sekarang sudah terdapat 19 kematian kasus DBD dan parahnya kasus
kematian akibat penyakit ini terjadi pada anak-anak kurang dibawah umur.
Total kasus DBD sudah terdapat 1.306 kasus
dari Januari hingga sekarang yang terjadi di beberapa kabupaten/kota di
Kalimantan Barat.
Di Kabupaten Kubu Raya ada 316 kasus DBD
dengan 4 kasus kematian, Kabupaten Sintang 205 kasus dengan 2 kasus kematian,
dan Kabupaten Ketapang 162 kasus dengan 2 kasus kematian. Kemudian di Kabupaten
Kayong Utara terdapat 104 kasus DBD, tetapi tidak ada kasus kematian.
Lalu, Kota Pontianak ada 68 kasus DBD
dengan 1 kasus kematian. Kabupaten Mempawah ada 99 kasus DBD dengan 5 kasus
kematian, dan Kabupaten Melawi ada 83 kasus dengan 2 kasus kematian. Selain
itu, Kabupaten Landak ada 40 kasus DBD dengan 1 kasus kematian dan Kota Singkawang
ada 34 kasus, tetapi tidak ada kematian.
Adapun di Kabupaten Kapuas Hulu terdapat 61
kasus DBD, tetapi tidak ada kasus kematian, Kabupaten Sekadau ada 64 kasus
dengan 1 kasus kematian, serta Kabupaten Sambas ada 13 kasus dan tidak ada
kasus kematian. Selain itu, Kabupaten Sanggau ada lima kasus DBD dan tidak ada
kasus kematian.
Upaya yang dilakukan Dinas Kesehatan Provinsi
Kalbar sejauh ini sudah mendistribusikan logistik penanganan DBD. Pihaknya
berharap dinkes kabupaten/kota terus melaksanakan promosi kesehatan kepada
masyarakat dan mengingatkan pencegahan untuk menurunkan kasus DBD.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar