Senin, 06 November 2023

Meningkatkan Literasi Digital di Era Modern : XII IPS D SMA Santo Paulus Pontianak

Pada tanggal 4 November 2023 hari Sabtu kemarin, siswa-siswi XII IPS D SMA Santo Paulus Pontianak melakukan kunjungan ke perpustakaan SMA Santo Paulus Pontianak untuk membahas literasi digital ini dengan tujuan agar siswa-siswi XII IPS D dapat dengan bijak menggunakan teknologi pada zaman sekarang.


Kehadiran teknologi membuat semua kegiatan seperti bekerja, belajar, dan sebagainya berubah. Yang dulunya hanya bisa berkomunikasi melalui surat sekarang sudah bisa menggunakkan handphone. Tetapi, kita jangan melupakan satu kunci yang sangat diperlukan terlebih lagi pada era digital modern seperti ini yaitu literasi digital. Pada zaman sekarang literasi digital sangat dibutuhkan bagi orang-orang muda sampai dengan yang tua.

Pasti kalian menanyakan apa si itu literasi digital? Literasi digital adalah kemampuan individu untuk menggunakan teknologi digital, terutama komputer dan internet, dengan cara yang efektif dan aman. Ini mencakup semua pemahaman tentang bagaimana teknologi itu dijalankan oleh pengguna, kemampuan untuk mengakses dan mengevaluasi informasi secara benar, serta kemampuan untuk berpartisipasi dan berkomunikasi secara produktif dan berdampak positif di dunia digital. Intinya, literasi digital merupakan kemampuan dalam menggunakkan teknologi dengan baik.

Kami juga ditemani oleh dua guru pendamping yaitu Ibu Yosina Ratin selaku guru Bahasa Indonesia yang memberikan materi mengenai cara membuat blog, dan dalam menulis blog. Serta Ibu Agustina yang memberikan pelatihan mengenai kegunaan blog bagi kami dan mengembangkannya blog tersebut untuk masa depan.

Mengapa literasi digital itu sangat penting?

Akses informasi, literasi digital dapat membuat kalian untuk mengakses berbagai informasi yang tersedia online dan bisa diakses kapan saja yang kalian inginkan. Ini penting untuk mendapatkan pengetahuan, berita, dan pendidikan.

Keselamatan online, dengan literasi digital kalian dapat meningkatkan keamanan online dalam memahami cara melindungi diri kalian dari serangan siber, pencurian identitas, dan penipuan online.

Pekerjaan dan karir, di era digital ini, sudah banyak pekerjaan yang sangat beragam sesuai perkembangan zaman dan ini sangat membutuhkan literasi digital. Literasi digital yang kuat dapat meningkatkan peluang kerja kalian dan membantu Anda berhasil dalam lingkungan kerja modern.

Berkomunikasi dan berpartisipasi, literasi digital memungkinkan kalian untuk berkomunikasi, berbagi gagasan, dan berpartisipasi dalam komunitas online. Ini juga memungkinkan Anda untuk mempengaruhi perubahan positif dalam masyarakat.

Tetapi, kalian juga harus mengingat bahwa tidak semua komentar kalian dapat diterima oleh masyarakat. Oleh karena itu, berkomunikasi dan berpartisipasi dengan baik di era teknologi ini.

Selain itu, tantangan dari literasi digital pun sangat banyak, apa saja si tantangan itu? Tantangan literasi digital Literasi digital setidaknya memiliki dua tantangan yang harus dihadapi. Tantangan ini bisa diatasi dengan menerapkan literasi digital dalam setiap penggunakan teknologi informasi dan komunikasi.

Arus informasi yang banyak, Tantangan paling kuat dari literasi digital adalah arus informasi yang banyak. Artinya masyarakat terlalu banyak menerima informasi di saat yang bersamaan. Dalam hal inilah literasi digital berperan, yakni untuk mencari, menemukan, memilah serta memahami informasi yang benar dan tepat

Konten negatif, konten negatif juga menjadi salah satu tantangan era literasi digital. Contohnya konten pornografi, isu SARA dan lainnya. Kemampuan individu dalam mengakses internet, khususnya teknologi informasi dan komunikasi, harus dibarengi dengan literasi digital. Sehingga individu bisa mengetahui, mana konten yang positif dan bermafaat serta mana konten negatif. Semua konten sudah dapat diakses pada zaman sekarang. Oleh karena itu, kita harus berhati-hati dalam memilih konten.

Dalam melakukan literasi digital juga memiliki prinsip menurut Yudha Pradana dalam Atribusi Kewargaan Digital dalam Literasi Digital (2018), literasi digital memiliki empat prinsip dasar, yaitu:

Pemahaman, artinya masyarakat memiliki kemampuan untuk memahami informasi yang diberikan media.

Saling ketergantungan, artinya antara media yang satu dengan lainnya saling bergantung dan berhubungan. Media yang ada harus saling berdampingan serta melengkapi antara satu sama lain.

Faktor sosial, artinya media saling berbagi pesan atau informasi kepada masyarakat. Karena keberhasilan jangka panjang media ditentukan oleh pembagi serta penerima informasi.

Kurasi, artinya masyarakat memiliki kemampuan untuk mengakses, memahami serta menyimpan informasi untuk dibaca di lain hari.


Kesimpulan yang kami dapatkan pada saat di perpustakaan SMA Santo Pualus Pontianak, yaitu literasi digital adalah keterampilan kunci dalam era digital yang memungkinkan individu untuk berpartisipasi secara efektif dan aman dalam dunia digital. Dengan memahami teknologi dasar, menjaga keamanan online, mengevaluasi informasi, dan mengikuti etika online, Anda dapat meningkatkan literasi digital Anda dan mengambil manfaat penuh dari kesempatan yang ditawarkan oleh teknologi digital. Teruslah belajar dan beradaptasi dengan perubahan teknologi untuk tetap relevan di dunia digital yang terus berkembang.

Dengan pemahaman yang diberikan oleh guru pendamping pada saat pergi ke perpustakaan SMA Santo Paulus Pontianak, kami mendapatkan ilmu mengenai cara membuat blog. Blog juga dirumorkan akan bisa menjadi pekerjaan kita di masa depan. Oleh itu, Ibu guru memberitahukan kepada kami agar mulai membuat dan mengembangkan blog.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Demokrasi Pancasila

14 Februari 2024 kemarin terjadi pemilu yang berlangsung secara bersamaan di seluruh wilayah Indonesia. Pasti kalian bertanya mengapa Indone...